| Agus Gumiwang K. |
beritasurabayanet - Jakarta : Komisi I DPR tidak bisa menjabarkan secara spesifik hard diplomacy yang harus dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menyikapi pencaplokan kembali wilayah Indonesia oleh Malaysia. Namun hard diplomacy itu tidak harus berujuk kepada pernyataan perang.
" Ya kita bisa saja kan memboikot produk-produk Malaysia, tapi itu hanya contoh saja. Tapi saya kira itu tidak perlu dilakukan ," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita di Gedung DPR, Senayan, Senin (10/10/2011).
Menurutnya, Indonesia juga bisa mencontoh Filipina yang melakukan hard diplomacy terhadap Thailand ketika para nelayannya ditahan. Pada saat itu, kata Agus, presiden Filipina langsung memanggil duta besarnya dari Thailand untuk kemudian menariknya dari negara gajah putih tersebut. " Karena untuk saat ini sudah tidak bisa lagi memakai soft diplomacy ," jelasnya.
Meski begitu, Agus mengatakan, Komisi I DPR masih belum mengambil sikap apapun terkait pencaplokan wilayah oleh Malaysia. Karena Komisi I masih harus menjelaskan penjelasan dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan dan Panglima TNI mengapa hal ini bisa terjadi. ( Red. / inilah )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar