STOP PRESS !! Diberi tahukan kepada semua narasumber bahwa semua wartawan/wartawati beritasurabayanet.blogspot.com dilengkapi dengan Kartu Press dan namanya tercantum pada halaman Redaksi, bila ada keraguan silahkan menghubungi Redaksi pada nomor telephone 031 714 54954 / 08155084545 atau melalui emai redaksi_berita_sby@yahoo.co.id, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Selasa, 11 Oktober 2011

Mahasiswa Dan Karyawan PLN Kutuk Manajemen

beritasurabayanet - Jl. Pemuda : Puluhan mahasiswa dan karyawan DPP (Dewan Pengurus Pusat) Serikat Pekerja PLN memenuhi Taman Apsari depan Gedung Negara Grahadi. Massa ini mengutuk keras manajemen PT PLN yang mengambil alih kantor mereka secara paksa.

Massa mendesak kepada kepolisian agar mengusut tuntas tindakan kriminal yang dilakukan oleh pihak manajemen PT PLN. Mereka mengaku akan mengutuk keras arogansi atas tindakan premanisme yang dilakukan secara sepihak.

" Pengambilalihan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian sangat berbau kental kekerasan dan premanisme ," kata korlap demo, Soegeng saat berorasi di depan Gedung Negara Grahadi, Selasa (11/10/2011).

Pria yang juga sekaligus Ketua DPD Serikat Pekerja PLN Jatim ini menambahkan jika pengambilalihan kantor DPP Serikat Pekerja PLN makin menambah keyakinan Serikat Pekerja atas rencana jahat Dirut PLN untuk menjual perusahaan BUMN kepada pihak asing.

Dalam aksinya, selain melakukan orasi para pengunjuk rasa juga membawa poster berisi tuntutan. Diantaranya yakni 'Tolak Privatisasi Pengambilan PLN oleh Pemodal Asing','Usut dan Tuntaskan Kasus Premanisme Saat Pengambilalihan Kantor DPP Serikat Pekerja PLN'.

Selain itu, mereka juga membawa gambar Dirut PLN, Dahlan Iskan yang dibawahnya bertuliskan 'In Memoriam'. Menurut para pengunjuk rasa, foto tersebut merupakan penggambaran matinya PT PLN yang akan segera dijual ke pihak asing. Serta matinya hati nurani Dirut PT PLN.

Akibat aksi tersebut, kawasan Gubernur Suryo menjadi padat merambat. Hal tersebut disebabkan oleh para pengunjuk rasa yang enggan melakukan aksinya di atas trotoar melainkan menggunakan badan jalan. Sehingga sedikit mengambil lajur arus kendaraan.

Usai melakukan aksinya di depan Gedung Negara Grahadi, massa lanjut melakukan aksinya di Kantor PLN Jatim di Jalan Embong Wungu. (Red. / detiksurabaya )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar