STOP PRESS !! Diberi tahukan kepada semua narasumber bahwa semua wartawan/wartawati beritasurabayanet.blogspot.com dilengkapi dengan Kartu Press dan namanya tercantum pada halaman Redaksi, bila ada keraguan silahkan menghubungi Redaksi pada nomor telephone 031 714 54954 / 08155084545 atau melalui emai redaksi_berita_sby@yahoo.co.id, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 April 2013

Dominasi Politik Kaum Demagog

Moh. Mahfud MD
Mungkin banyak orang yang tak percaya bahwa dua penumbuh filsafat Barat yang sering dianggap sebagai " konseptor demokras i", Plato dan Aristoteles, justru menolak sistem politik demokrasi.

Dua filosof besar dari Yunani itu, 2.500 tahun lalu, mengatakan bahwa demokrasi merupakan sistem politik yang " berbahaya " dan tidak praktis.

Plato mengunggulkan sistem politik aristrokrasi yang dipimpin oleh seorang raja-filosof yang biasanya mempunyai berbagai kelebihan dan visioner, Aristoteles mengatakan, demokrasi berbahaya karena pada kenyataan (pengalaman di Athena) banyak demagog yang bergentayangan dalam sistem demokrasi.

Senin, 17 Desember 2012

Bangsa Yang Aneh


Oleh : Yudhistira ANM Massardi.

Yudhistira ANM Massardi adalah pengarang buku Pendidikan Karakter dengan Metode Sentra, pengelola Sekolah Gratis TK-SD Batutis Al-Ilmi di Bekasi.

_______________________________________________________

“The illiterate of the 21st century, will not be those who cannot read and write, but those who cannot learn, unlearn, and relearn.”
Alvin Toffler.

Rabu, 12 Desember 2012

Boediono, Dari BLBI Hingga Century

Bambang SoesatyoAnggota Tim PengawasKasus Bank Century DPR RI/Presidium Nasional Korps Alumni HMI
________________________________




Yopie yang juga juru bicara wapres mengatakan, bahwa prestasi Pak Boediono sangat banyak, sehingga sungguh sayang jika hanya karena kasus Bank Century maka ia harus turun sebagai wapres.

Tapi Yopie lupa ada pepatah mengatakan bahwa " karena nila setitik maka rusak susu sebelanga ". Itu dengan asumsi bahwa “susu”nya lebih dominan ketimbang “nila”-nya. Untuk itu maka kita perlu melakukan kajian rekam jejak dari seseorang untuk mengklaim bahwa kondisi seseorang sesuai dengan rusaknya susu sebelanga atau bukan.

Sabtu, 03 Desember 2011

Rp7.050 Vs Rp40 Miliar


Oleh Edy Mulyadi *

Maret 2010, Badan Pusat Statistik (BPS) memutuskan, batas orang miskin di Indonesia adalah mereka yang mengkonsumsi kalori 2.100 kilo kalori per hari atau sekitar Rp 5.000 alias Rp155.615 per kepala per bulan.

Ditambah kebutuhan nonmakanan, jumlah kebutuhan per hari orang miskin di Indonesia menjadi Rp7.050/hari alias Rp211.726 per bulan.

Dengan standar ini, jumlah orang miskin di Indonesia sebanyak 13,3% atau 31 juta orang.

Kamis, 06 Oktober 2011

Frustrasi Melawan Korupsi...


Oleh Adhie Massardi

ILUSTRASI
  
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) pernah jadi kebanggaan bangsa Indonesia sebagai ujung tombak pemburu koruptor. Institusi hukum yang dijuluki lembaga superbody karena bisa berbuat apa saja ini, memang hebat. Bisa memenjarakan anggota DPR. Bahkan bisa menggeledah kantor Ketua Mahkamah Agung (MA).
Puncak prestasi KPK terjadi pada Kamis, 27 November 2008. Kita tahu, hari itu bekas Deputi Gubernur Bank Indonesia Aulia Pohan, besan Presiden Yudhoyono, ditahan KPK setelah beberapa kali diperiksa sebagai tersangka gara-gara skandal keuangan di yayasan milik BI. Disebut puncak prestasi karena sejak itu KPK benar-benar dirundung sial. Antasari Azhar, sang ketua KPK yang kontroversial itu, masuk bui secara kontroversial pula. Ia dituduh mengotaki pembunuhan Nasruddin.
Sehingga niat Antasari membongkar korupsi dan manipulasi di KPU (di sektor IT), dan membongkar rekayasa bailout Bank Century pun sirna. Apalagi kemudian dua pimpinan KPK lainnya, Bibit Samad Riyanto dan Chandra Hamzah, juga dikriminalisasi dalam kemasan idiom “cicak vs buaya”.