beritasurabayanet - Polrestabes Surabaya : Polrestabes Surabaya terus menyelidiki kasus pemukulan yang dilakukan oknum polisi terhadap wartawan yang sedang meliput pembubaran Falun Gong, di Jalan Sedap Malam.
" Tahap awal penyelidikan kasus ini, sudah ada 21 anggota yang kita mintai keterangan ," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Coki Manurung kepada wartawan di ruang eksekutif mapolrestabes, Jalan Sikatan, Minggu (8/5/2011).
Dalam pertemuan dengan wartawan, Coki yang didampingi para pejabat utama Polrestabes dan juga Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Rahmat Mulyana, menyampaikan permohonan maaf atas pemukulan terhadap wartawan.
" Selaku pimpinan, saya mohon maaf kepada seluruh rekan-rekan wartawan. Saya juga sudah menghubungi semua korban pemukulan dan menyampaikan permohonan maaf saya ," tuturnya.
" Atas kekeliruan dan kesalahan anggota, selaku umat beragama, saya mohon maaf. Mudah-mudahan ke depan kejadian seperti ini tidak terulang lagi ," jelasnya.
Seperti yang diberitakan, pembubaran perayaan Falun Gong oleh polisi di Jalan Sedap Malam diwarnai insiden. Lukman Rozaq, Seorang reporter Trans7 menjadi korban pemukulan oleh 5 anggota polisi unit tangkal Polrestabes Surabaya, pada Sabtu (7/5/2011).
Akibat pemukulan itu, pelipis pria berperawakan kurus itu berdarah, Lukman juga mengaku bagian lain tubuhnya juga merasa sakit akibat kena pukul.
Bahkan, wartawan lain yang juga melakukan peliputan juga dikasari oleh polisi. selain kena dorong dan diteriaki agar insiden itu tidak diliput, kamera yang mereka bawa juga ditepis dengan kasarnya. Hal itu diakui oleh Septa Rudianto, wartawan El Shinta Joko, wartawan TVRI dan juga Wahyu wartawan JTV. (Red./detiksurabaya)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar