beritasurabayanet - Kabupaten Mojokerto : Dua sopir truk pengangkut limbah B3 (bahan berbahaya beracun) ditangkap petugas polres Mojokerto, Minggu (2/3/2014) dinihari.
Kedua sopir ini nekat mengangkut limbah berbahaya tanpa bisa menunjukan surat izin pengolahan limbah dari gubernur dan bupati setempat.
Kedua sopir diketahui bernama Anam (38) dan Shihab (49), keduanya warga Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.
Dari tangan keduanya, petugas menyita dua buah truk dengan nopol AG 9594 UD dan S 9258 UQ yang digunakan mengangkut limbah B3, serta STNK dan buku kir kedua truk tersebut.
Sopir truk atas nama Anam ditangkap saat hendak mengirim limbah kertas berupa Sludge (lumpur) WTT.
Dari pengakuan Anam, limbah akan di kirim ke PT Agum PS Garum, Blitar.
" Begitu melihat truk yang melintas di jalan raya dengan bau limbah yang menyengat, petugas pun melakukan penghadangan dan pengecekan. Ternyata sopir tidak bisa menunjukan dokumen limbah B3, sopirnya hanya bisa menunjukan surat jalan ," kata Lilik kepada detikcom, Minggu sore.
Di lokasi yang sama, Lilik menambahkan, petugas kembali melakukan penangkapan terhadap sopir atas nama Sihab sekitar pukul 03.30 WIB.
" Setelah dilakukan pengecekan, truk dengan muatan limbah kertas berupa Sludge WTT sebanyak 7 ton untuk dikirim ke CV MSM Tulungagung tanpa dilengkapi izin ," imbuhnya.
Selanjutnya kedua sopir beserta truk dan barang bukti lainnya dibawa ke Mapolres untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. (Red./Sumber : http://news.detik.com/surabaya/read/2014/03/02/173145/2512790/475/angkut-limbah-b3-dua-sopir-truk-ditangkap-polisi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar