beritasurabayanet - Pacitan : Bara api masih terlihat dari celah tanah yang amblas di Dusun Dondong, Desa Gemaharjo, Pacitan. Dan lubang-lubang baru juga bermunculan dari rekahan sedalam 30 centimeter dan lebar 3 x 4 meter.
" Tadi sempat dicoba ditempatkan panci berisi air di sini, ternyata bisa bisa panas ," ujar Lasdi, pemilik tanah sambil menunjuk lubang baru berdiameter 15 sentimeter di pojok rekahan, Rabu (19/10/2011).
Meskipun tidak sampai memunculkan api, namun hawa panas yang keluar dari rekahan mampu menghanguskan benda di atasnya.
Sejumlah benda seperti dedaunan maupun ranting tampak gosong dan menjadi abu. Demikian pula tanah di area tersebut berubah kemerahan seperti warna batu bata.
Lasdi menceritakan, fenomena aneh tersebut terjadi tiba-tiba, Sabtu (15/10/2011) pagi. Saat keluar rumah, dirinya mendapati kepulan asap keluar dari lahan yang hanya berjarak sekitar 20 meter dari tempat tinggalnya. Penasaran, pria yang bekerja sebagai petani itu langsung
menghampiri.
" Waktu itu malah sempat muncul api yang membakar benda-benda kering di atasnya ," paparnya.
Temuan itu pun langsung dilaporkan kepala kepala desa setempat dan diteruskan kepada pihak kecamatan. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, aparat polsek yang datang ke lokasi lalu memasang garis polisi.
Dikonfirmasi, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Pacitan, Lan Naria Hutagalung membenarkan temuan langka tersebut. Dirinya mengaku sudah melihat langsung ke lokasi. Hanya saja, pihaknya belum berani memastikan penyebab munculnya bara api dari tanah amblas tersebut.
" Masih coba kita cocokkan dengan Peta Geologi yang kita punya. Secara resmi kita juga laporkan ke provinsi ," terangnya dihubungi detiksurabaya.com melalui telepon. ( Red. / detiksurabaya )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar