STOP PRESS !! Diberi tahukan kepada semua narasumber bahwa semua wartawan/wartawati beritasurabayanet.blogspot.com dilengkapi dengan Kartu Press dan namanya tercantum pada halaman Redaksi, bila ada keraguan silahkan menghubungi Redaksi pada nomor telephone 031 714 54954 / 08155084545 atau melalui emai redaksi_berita_sby@yahoo.co.id, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Sabtu, 15 Desember 2012

Tiga Kali Menjabat, Kader PDIP Surabaya Tak Boleh Nyaleg

beritasurabayanet - Surabaya : Penjaringan Caleg PDIP kota Surabaya mulai dilakukan, serangkaian tahapan sesuai amanat Rakenas II di Surabaya beberapa bulan yang lalu, mulai dilaksanakan  dengan merekrut dua kali kuota (100 orang Caleg) yang nanti akan diseleksi kapabilitasnya hingga menjadi 50 orang.

Menariknya ternyata ada dua orang anggota DPRD Kota Surabaya yakni Armuji dan Baktiono, sesuai aturan internal partai tidak boleh kembali maju menjadi Caleg di Surabaya karena sudah 3 kali naik dan harus naik jenjang ke tingkat provinsi.

Wisnu Sakti Bhuana.
Diruang kerjanya, Wisnu Sakti Buana ketua DPC PDIP Surabaya yang kini duduk sebagai salah satu wakil ketua DPRD Surabaya menerangkan bahwa, internal partainya sudah mulai melakukan serangkaian tahapan perekrutan bakal Caleg PDIP dengan jumlah 100 orang yang diambil dari kader partai, tokoh masyarakat dan beberapa organisasi sayap yang berbasis PDIP.

Dari 100 orang bakal Caleg, akan mendapatkan serangkaian tahapan tes mulai dari psikotes, questioner, urine, dan beberapa tahapan administrasi yang telah menjadi ketentuan DPP termasuk kemungkinan seorang bakal Caleg bisa mendulang suara yang bagus saat pemilihan, karena PDIP bertekad akan kembali meraih kejayaan masa silam yang telah hilang beberapa dekade.

" Kami menyiapkan 100 orang bakal Caleg yang diambil dari unsur kader partai, tokoh masyarakat dan beberapa organisasi sayap PDIP yang kami anggap layak dan mampu menjadi caleg, keseratus orang itu akan menjalani serangkaian tes tahapan yang nantinya akan dikerucutkan menjadi 50 orang bakal Caleg yang benar-benar bisa mendongkrak perolehan kursi di Surabaya untuk menjadi partai pemenang alias mayoritas ," ucap Wisnu Sakti, Sabtu (15/12/2012)

Dijelaskan oleh Wisnu Sakti bahwa keterwakilan kader PDIP di Surabaya saat ini adalah kondisi yang terpuruk, karena sebelumnya selalu menjadi partai pemenang dengan jumlah diatas 11 kursi, sehingga dalam Pileg mendatang merupakan pekerjaan rumah untuk mengembalikan posisinya.

" Saat ini merupakan kondisi yang paling buruk dalam sejarah PDIP di Surabaya, karena sebelumnya selalu partai kami yang menjadi pemenang dengan perolehan minimal 11 kursi di dewan ," keluhnya.

Wisnu Sakti juga menegaskan bahwa tahapan tes urine tetap menjadi agenda partai karena telah menjadi keputusan Rakernas II soal penjaringan caleg.

" Kami tetap akan melakukan tes urine kepada para bakal caleg, hanya saja untuk penjadwalannya masih harus menunggu petunjuk dari DPP, siapa dan dimana tes urine itu dilakukan ," tegas Wisnu.

Disinggung soal beberapa anggota dewan incumbent yang di kini duduk di DPRD Surabaya, Wisnu Sakti Buana menegasakan bahwa anggota dewan yang terpilih tiga kali berturut-turut harus naik jenjang ke tingkat I agar memberikan kesempatan kepada kader lain dalam berkarir di bidang poltiknya melalui PDIP.

" Anggota dewan yang telah terpilih tiga kali berturut-turut, maka sesuai aturan internal partai harus naik jenjang ke tingkat satu, artinya anggota dewan seperti pak Armuji dan pak Baktiono sudah tidak boleh lagi masuk dalam bursa Caleg PDIP di kota Surabaya, kecuali ada rekomendasi dari DPP ," pungkas Wisnu. (Red. / beritajatim,Sabtu, 15 Desember 2012 16:31:43 WIB)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar